Jumat, 31 Desember 2010

I/O SYSTEM

1. Konsep I/O System

   Dua bagian penting yang membangun I/O system:

   a. I/O bu s =>tipe kanal atau interface yang digunakan oleh I/O device

   b. I/O device =>alat-alat I/O yang digunakan pada suatu computer

2. Arsitektur I/O system

   Diatur melalui southbridge yang terdapat dalam suatu komputer (motherboard).

   Acuan menentukan kinerja I/O system:

   a. Nilai Latency, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk melakukan transfer data
       dengan ukuran terkecil. Satuan :detik

   b. Bandwidth, yaitu banyaknya data maksimal yang dapat ditransfer dalam satuan
       waktu. Satuan: Byte/s.

3. Mekanisme Kerja

   a. Pooling => mekanisme CPU membaca status device secara terus-menerus untuk
       menentukan device yang bebas.

      Caranya:

      -Command ready bit akan diset aktif oleh host

      -Host akan mencari device yang bebas

      -Host akan melakukan pertukaran data dengan device

      -Device controller akan menonaktifkan command ready bit dan busy bit

   b. Interrupt => device dapat mengalihkan sementara CPU untuk melayani device

       Caranya:

      -CPU mendeteksi interrupt request line yang dikirimkan oleh device via
        controller

      -CPU menyimpan status kerja sekarang dan memanggil interrupt handler untuk
        agar dapat melayani interrupt diatas

   c. Direct Memory Access(DMA) => prosesor tambahan yang digunakan untuk
       menghindari pembebanan CPU



4. I/O Subsystem

   a. I/O scheduling => menentukan urutan ketika beberapa proses berjalan dalam
       suatu waktu

   b. Buffering => teknik untuk menyimpan data sementara pada memory ketika
       dipindahkan dari suatu device/aplikasi ke device /aplikasi lainnya

   c. Caching => mengduplikasi data dari device/disk ke memory sementara sehingga
       akses yang dibutuhkan menjadi lebih cepat.

   d. Spooling => buffer yang digunakan untuk menyimpan data sementara sebelum 
       dieksekusi oleh suatu device

   e. Error handling =>kegagalan transfer data

      Fungsi I/O subsystem

    -Melakukan manajemen nama untuk file dan device
    -Melakukan control akses untuk file dan device
    -Melakukan alokasi untuk file dan device
    -Melakukan I/O scheduling, buffering, caching, spooling
    -Mengawasi status device, error handling dan recovery
    -Konfigurasi dan utilisasi device driver

Rabu, 22 Desember 2010

MENGATASI TROUBLESHOOTING PADA KOMPUTER

Teknik dalam Troubleshooting

Terdapat dua macam teknik dalam mendeteksi permasalahan dalam komputer, yaitu teknik Forward dan teknik Backward. Berikut adalah penjelasan singkatnya:

1. Teknik Forward

Dalam teknik ini segala macam permasalahan dideteksi semenjak awal komputer dirakit dan biasanya teknik ini hanya digunakan oleh orang-orang dealer komputer yang sering melakukan perakitan komputer. Pada teknik ini hanya dilakukan pendeteksian masalah secara sederhana dan dilakukan sebelum komputer dinyalakan (dialiri listrik). Untuk mempermudah silakan simak contoh berikut :
  • Setelah komputer selesai dirakit, maka dilakukan pemeriksaan pada semua Hardware yang telah terpasang, misalnya memeriksa hubungan dari kabel Power Supply ke soket power pada Motherboard.
  • Untuk casing ATX, kita periksa apakah kabel Power Switch sudah terpasang dengan benar.
  • dsb. 

    2. Teknik Backward

    Teknik Backward adalah teknik untuk mendeteksi kesalahan pada komputer setelah komputer dinyalakan (dialiri listrik). Teknik lebih banyak digunakan karena pada umumnya permasalahan dalam komputer baru akan timbul setelah “jam terbang” komputernya sudah banyak dan ini sudah merupakan hal yang wajar. Dapat kita ambil beberapa contoh sebagai berikut :
    • Floppy Disk yang tidak dapat membaca disket dengan baik.
    • Komputer tidak mau menyala saat tombol power pada casing ditekan.
    • dsb.

      Tabel Pendeteksian Masalah

      Setelah penjelasan sederhana dari kedua teknik tersebut, berikut adalah pembahasan lebih dalam mengenai teknik Backward, karena bagi pengguna komputer rumahan tentunya teknik ini lebih banyak akan digunakan ketimbang teknik Forward. Untuk lebih mempermudah dalam pendeteksian masalah, silakan simak tabel berikut :
      No
      Komponen
      Pendeteksian Masalah
      1
      Power Supply
      Analisa Pengukuran
      2
      Motherboard
      3
      Speaker
      4
      RAM
      Analisa Suara
      5
      VGA Card + Monitor
      6
      Keyboard
      Analisa Tampilan
      7
      Card I/O
      8
      Disk Drive
      9
      Disket

      Analisa Pengukuran

      Pada tahapan ini, pendeteksian masalah dengan cara mengukur tegangan listrik pada komponen nomor 1 sampai 3. Gunakan alat bantu seperti multitester untuk mengukur tegangan yang diterima atau diberikan komponen tersebut.
      Contoh : Mengukur tegangan listrik yang diterima oleh Power Supply, lalu mengukur tegangan yang diberikan oleh Power Supply ke komponen lainnya.

      Analisa Suara
      Pada tahapan ini pendeteksian masalah menggunakan kode suara (beep) yang dimiliki oleh BIOS dan dapat kita dengar lewat PC Speaker. Pastikan kabel PC Speaker sudah terpasang dengan baik. Kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 4 dan 5. Untuk mempermudah pengenalan kode suara tersebut, silakan simak keterangan berikut :
      • Bunyi beep pendek satu kali, artinya sistem telah melakukan proses Boot dengan baik.
      • Bunyi beep pendek 2 kali, artinya ada masalah pada konfigurasi atau seting pada CMOS.
      • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 1 kali, artinya ada masalah pada Motherboard atau DRAM.
      • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 2 kali, artinya ada masalah pada monitor atau VGA Card.
      • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 3 kali, artinya ada masalah pada Keyboard.
      • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 9 kali, artinya ada masalah pada ROM BIOS.
      • Bunyi beep panjang terus-menerus, artinya ada masalah di DRAM.
      • Bunyi beep pendek terus-menerus, artinya ada masalah penerimaan tegangan (power).
      • Pada beberapa merk Motherboard akan mengeluarkan bunyi beep beberapa kali apabila temperatur processornya terlalu tinggi (panas).
      Catatan : kode bunyi beep diatas berlaku pada AWARD BIOS, untuk jenis BIOS yang lain kemungkinan memiliki kode bunyi beep yang berbeda.

      Analisa Tampilan

      Pada tahapan ini pendeteksian masalah cenderung lebih mudah karena letak permasalahan dapat diketahui berdasarkan pesan error yang ditampilkan di monitor. Kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 6 sampai 9.
      Contoh : Pada saat komputer dinyalakan tampil pesan Keyboard Error, maka dapat dipastikan letak permasalahan hanya pada Keyboard.

      Cara Cepat Mengenali Troubleshooting

      • Apabila terjadi masalah dan sistem masih memberikan tampilan pesan pada monitor atau disertai dengan bunyi beep 1 atau 2 kali, maka kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 6 sampai 9, yaitu pada Keyboard, Card I/O, Disk Drive dan Disket.
      • Apabila terjadi masalah dan sistem memberikan kode bunyi beep lebih dari 2 kali, maka kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 4 dan 5, yaitu RAM, VGA Card dan Monitor.
      • Sedangkan untuk masalah yang tidak disertai pesan pada monitor atau kode bunyi beep, kemungkinan besar letak permasalahan ada di komponen nomor 1 dan 2, yaitu Power Suplly dan Motherboard.

      Rabu, 15 Desember 2010

      SETTING VMWARE

      VMware adalah suatu program yang digunakan sebagai alat bantu untuk menginstal berbagai operasi sistem didalam windows. Yang artinya nanti dalam 1 pc terdapat pc lagi.

      TAHAP 1

      Berikut ini adalah langkah-langkah setting VMware :
      1. Pastikan VMware telah terinstal di laptop/pc.
      2. Buka VMware, klik File-New-Virtual Machine


      3. Muncul menu New Virtual Machine Wizard. Klik Next
       4. Lalu pilih Typical-klik Next


       5. Pilih Operating system yang ingin diinstall nanti. Contohnya, kita pilih Microsoft Windows untuk istal   windows XP. Lalu Next.




       6.Beri nama virtual machine. Klik Next.




      7.Setelah itu muncul Network connection. Pilih  Use bridged networking. klik Next


      8.Setelah itu muncul menu Specify Disk Capacity. Kita bisa tentukan berapa kebutuhan disk yang diperlukan.
      Contoh dibawah, kita alokasikan sebesar 4 GB. Klik Finish, maka selesai lah settingan VMware.


      TAHAP 2

      Setelah selesai menginstal VMware, langkah selanjutnya yaitu menginstal sistem operasi yang telah dipilih.
      Berikut langkah-langkahnya:

      1.Siapkan dulu cd xp atau file win xp dalam bentuk ISO. klik 2 kali di bagian CD-ROM. Akan muncul kotak menu CD-ROM. Pilih use iso image dan masukkan file win xp tadi yang sudah dalam bentuk iso. Klik ok.

      2.Setelah selesai, kita bisa mulai melakukan penginstalan windows xp. Klik start this virtual machine. Saat muncul kotak dialog lain, klik OK.




      3.Kemudian tunggu dan proses penginstalan akan berjalan seperti kita pertama kali menginstal windows XP. Ikuti langkah-langkahnya seperti biasa, dan siap menginstal. Saat menggunakan VMware, fungsi mouse akan diambil VMware.Untuk mengembalikannya tekan ctrl+alt.





      4. Saat penginstalan selesai, akan muncul tampilan windows xp seperti di bawah ini. Itu artinya proses selesai. Selamat mencoba










          

      Rabu, 08 Desember 2010

      SETTING AD-HOC

      Jaringan Wireless Adhoc adalah suatu cara untuk menshare koneksi internet tanpa harus menggunakan router atau switch. Cara ini bisa digunakan untuk men-share file atau printer antara 2 atau lebih komputer dengan jaringan wireless. Kita bahkan bisa mempunyai lebih dari 2jaringana tau, dimana komputer bisa mengirimkaan data secara langsung satu sama lain. Kelemahan dari jaringan ini adalah jangkauannya yang terbatas. Akan diperlukan perlu router wireless atau akses poin untuk jangkauan jaringan wireless yang lebih luas.

      Berikut ini adalah beberapa langkah setting yang dapat diikuti:

      Alokasi Alamat IP

      Kita bisa mengalokasikan alamat IP untuk setiap komputer yang masuk ke jaringan Ad-hoc wireless. JIka kita menggunakan 3 komputer, Anda bisa dengan mudah meng-assign 192.168.0.1, 192.168.0.2,192.168.0.3 ke masing-masing komputer dengan netmask 255.255.255.0.

      Jika mempunyai Internet Connection Sharing yang di-enable pada host komputer, kita bisa men-setup komputer klien untuk mendapat alamat IP secara otomatis, kemudian komputer-komputer tersebut akan bisa mengakses ke Internet.
      Konfigurasi Komputer Host 

      • • Klik Start -> Control Panel -> Network Connections.
      • • Klik kanan pada wireless network connection, lalu klik Properties
      • Pada Wireless Network Connection Properties, klik tab Wireless Networks.
      • Klik Add pada bagian Preferred networks.
      • Selanjutnya isilah Network Name (SSID) untuk jaringan yang akan Anda buat.
      • Jangan lupa untuk mencentang check box This is a computer-to-computer (ad hoc)network: wireless access point are not used.
      • Anda juga dapat membubuhkan WEP Password agar koneksi anda aman



      Konfigurasi Komputer Klien
      Windows XP otomatis akan mendeteksi jika ada Wireless Network yang aktif
      • Klik kanan pada icon Wireless Network yang berada pada taskbar, lalu klik View Available Wireless Networks.
      • Wireless Network Connection akan menampilkan list SSID wireless anda. Klik SSID wireless Anda lalu klik Connect .


      Jika pada komputer host , Anda bubuhkan WEP Password maka windows XP meminta anda untuk mengisi password sebelum anda terkoneksi ke jaringan Ad Hoc Anda.
      Update:
      Untuk Windows XP yang tidak mempunyai DHCP Server service, user  harus  meng-assign alamat  IP secara manual, baik yang broadcast maupun client  yang terkoneksi .