Minggu, 02 Januari 2011

INPUT OUTPUT DEVICE

Unit I/O itu ada 2 komponen:

1. Komponen mekanis -> perangkat I/O itu sendiri. Ex:mouse, monitor, dll.
2. Komponen elektronis ->disebut juga controller yang menjadi penghubung
   antara prosesor dengan perangkat.

Perangkat I/O itu berhubungan dengan yang namanya port. Port I/O terdiri dari
4 register. Masing-masingnya:

1. Data-in register.
2. Data-out register.
3. Status.
4. Kontrol.

Perangkat Input (Input Device)

Gunanya perangkat ini buat nerima input dari luar sistem. Input device ini dapat berupa:
- sinyal input, dimana berupa data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer,
- maintenance input, berupa program yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan

Berikut ini contoh input device:

1. Keyboard
   Alat input yang paling umum digunakan. input dimasukkan ke alat proses dengan cara mengetikan
   lewat penekanan tombol yang ada di keyboard. Ada banyak jenis keyboard, diantaranya:
 
   a. Keyboard Serial
      Menggunakan DIN 5 male dan biasanya digunakan pada komputer tipe AT.

 
   b. Keyboard PS/2
      Biasanya digunakan pada komputer ATX dan saat ini yang paling banyak dipergunakan. Pemasangan
      keyboard tipe ini harus dilaksanakan dengan cermat, sebab port yang dimiliki sama dengan port
      untuk mouse.


   c. Keyboard Wireless
      Sesuai dengan namanya, keyboard tipe ini tidak menggunakan kabel sebagai penghubung antara
      keyboard dengan komputer. Jenis koneksi yang digunakan adalah infra red, wifi atau bluetooth.
      Untuk menghubungkan keyboard dengan komputer, dibutuhkan unit pemancar dan penerima. Unit
      pemancar biasanya terdapat pada keyboard itu sendiri, sedangkan penerima biasanya dipasang
      pada port USB atau serial pada CPU.


   d. Keyboard USB
      Komputer terbaru saat ini sudah banyak yang mempergunakan jenis konektor USB yang
      menjamin transfer data lebih cepat

2. Pointer

   Biasa disebut mouse. Merupakan suatu benda yang dicolokkan ke dalam lubang di belakang komputer
   dan digunakan sebagai penunjuk dan peng-klik dalam menggunakan komputer. Bentuk mouse yang paling
   umum mempunyai dua tombol,masing-masing di sebelah kiri atas dan kanan atas yang dapat ditekan.
   Walaupun demikian, komputer-komputer berbasis Macintosh biasanya menggunakan mouse satu tombol.

   Mouse bekerja dengan menangkap gerakan menggunakan bola yang menyentuh permukaan keras dan rata.
   Mouse yang lebih modern sudah tidak menggunakan bola lagi, tetapi menggunakan sinar optikal untuk
   mendeteksi gerakan. Selain itu, ada pula yang sudah menggunakan teknologi nirkabel, baik yang
   berbasis radio, sinar inframerah, maupun bluetooth.

   Saat ini, teknologi terbaru sudah memungkinkan mouse memakai sistem laser sehingga resolusinya dapat
   mencapai 2.000 titik per inci (dpi), bahkan ada yang bisa mencapai 4.800 titik per inci. Biasanya
   mouse model ini diperuntukkan bagi penggemar permainan video.

3. Scanner

   Merupakan suatu alat yang digunakan untuk memindai suatu bentuk maupun sifat benda, seperti dokumen,
   foto, gelombang,suhu dan lain-lain. Hasil pemindaian itu pada umumnya akan ditransformasikan ke dalam
   komputer sebagai data digital.
   contoh perangkat yang menggunakan scanner:
   a. Alat pembaca pengenal karakter tinta magnetik (MICR)
   b. OCR reader dapat membaca tulisan tangan
   c. Optical MARK Recognizion (OMR)
   d. Barcode
 
4. Trackball

   Alat ini sejenis dengan mouse perlengkapan pointing device dengan bola berada di bagian atas. Untuk
   menggerakkan pointer, gelindingkan bola dengan menggunakan jempol, jari-jari ataupun dengan telapak
   tangan.

5. Sensor
   Merupakan alat yang mampu secara langsung menangkap data kejadian fisik, data analog diubah ke data
   digital yang akan diproses. Contoh : sensor suara, panas, cahaya, biometrik dan lainnya.

PERANGKAT OUTPUT (OUTPUT DEVICE)

Merupakan perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data.
Keluaran dapat berupa hard-copy (ke kertas hasil pencetakan), soft-copy (ke monitor), atau pun berupa suara.
Output juga dapat digolongkan menjadi 4 bentuk, yaitu tulisan (huruf, angka, simbol khusus),
image (dalam bentuk grafik atau gambar), suara, dan bentuk lain yang dapat dibaca oleh mesin (machine-readable form).

Contoh-contoh output device:

1. Printer dan plotter
   Merupakan jenis hard-copy device, karena keluaran hasil proses dicetak di atas kertas. Printer
   memiliki berbagai macam bentuk dan ukuran, serta ketajaman hasil cetak. Ukuran kertas yang dapat
   digunakan pun beragam. Tetapi, untuk mencetak di atas kertas dengan ukuran yang sangat besar,
   digunakan plotter.
 
   Berikut ini adalah jenis-jenis printer:
 
   a. Dot matrix printer: printer yang menggunakan susunan pin yang akan menekan ribbon keatas kertas.
   b. Ink Jet Printer: bekerja dengan menyemprotkan tinta ke kertas sesuai dengan kadarnya.
   c. Laser Printer: gabungan teknologi laser dengan fotocopy, output digital dari komputer akan diubah
      menjadi pulsa sinar laser. Bayangan yang ditangkap di drum akan dikirim kekertas dengan proses
      seperti mesin fotocopy.

2. Monitor
   Monitor adalah salah satu jenis soft-copy device, karena keluarannya adalah berupa sinyal elektronik,
   dalam hal ini berupa gambar yang tampil di layar monitor. Gambar yang tampil adalah hasil pemrosesan data
   atau pun informasi masukan.Monitor memiliki berbagai ukuran layar seperti layaknya sebuah televisi.
   Tiap merek dan ukuran monitor memiliki tingkat resolusi yang berbeda. Resolusi ini lah yang akan
   menentukan ketajaman gambar yang dapat ditampilkan pada layar monitor.
 
   Berikut adalah jenis-jenis monitor
   a. Monitor CRT
   b. Monitor LCD
   c. Monitor Plasma Gas

Jumat, 31 Desember 2010

I/O SYSTEM

1. Konsep I/O System

   Dua bagian penting yang membangun I/O system:

   a. I/O bu s =>tipe kanal atau interface yang digunakan oleh I/O device

   b. I/O device =>alat-alat I/O yang digunakan pada suatu computer

2. Arsitektur I/O system

   Diatur melalui southbridge yang terdapat dalam suatu komputer (motherboard).

   Acuan menentukan kinerja I/O system:

   a. Nilai Latency, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk melakukan transfer data
       dengan ukuran terkecil. Satuan :detik

   b. Bandwidth, yaitu banyaknya data maksimal yang dapat ditransfer dalam satuan
       waktu. Satuan: Byte/s.

3. Mekanisme Kerja

   a. Pooling => mekanisme CPU membaca status device secara terus-menerus untuk
       menentukan device yang bebas.

      Caranya:

      -Command ready bit akan diset aktif oleh host

      -Host akan mencari device yang bebas

      -Host akan melakukan pertukaran data dengan device

      -Device controller akan menonaktifkan command ready bit dan busy bit

   b. Interrupt => device dapat mengalihkan sementara CPU untuk melayani device

       Caranya:

      -CPU mendeteksi interrupt request line yang dikirimkan oleh device via
        controller

      -CPU menyimpan status kerja sekarang dan memanggil interrupt handler untuk
        agar dapat melayani interrupt diatas

   c. Direct Memory Access(DMA) => prosesor tambahan yang digunakan untuk
       menghindari pembebanan CPU



4. I/O Subsystem

   a. I/O scheduling => menentukan urutan ketika beberapa proses berjalan dalam
       suatu waktu

   b. Buffering => teknik untuk menyimpan data sementara pada memory ketika
       dipindahkan dari suatu device/aplikasi ke device /aplikasi lainnya

   c. Caching => mengduplikasi data dari device/disk ke memory sementara sehingga
       akses yang dibutuhkan menjadi lebih cepat.

   d. Spooling => buffer yang digunakan untuk menyimpan data sementara sebelum 
       dieksekusi oleh suatu device

   e. Error handling =>kegagalan transfer data

      Fungsi I/O subsystem

    -Melakukan manajemen nama untuk file dan device
    -Melakukan control akses untuk file dan device
    -Melakukan alokasi untuk file dan device
    -Melakukan I/O scheduling, buffering, caching, spooling
    -Mengawasi status device, error handling dan recovery
    -Konfigurasi dan utilisasi device driver

Rabu, 22 Desember 2010

MENGATASI TROUBLESHOOTING PADA KOMPUTER

Teknik dalam Troubleshooting

Terdapat dua macam teknik dalam mendeteksi permasalahan dalam komputer, yaitu teknik Forward dan teknik Backward. Berikut adalah penjelasan singkatnya:

1. Teknik Forward

Dalam teknik ini segala macam permasalahan dideteksi semenjak awal komputer dirakit dan biasanya teknik ini hanya digunakan oleh orang-orang dealer komputer yang sering melakukan perakitan komputer. Pada teknik ini hanya dilakukan pendeteksian masalah secara sederhana dan dilakukan sebelum komputer dinyalakan (dialiri listrik). Untuk mempermudah silakan simak contoh berikut :
  • Setelah komputer selesai dirakit, maka dilakukan pemeriksaan pada semua Hardware yang telah terpasang, misalnya memeriksa hubungan dari kabel Power Supply ke soket power pada Motherboard.
  • Untuk casing ATX, kita periksa apakah kabel Power Switch sudah terpasang dengan benar.
  • dsb. 

    2. Teknik Backward

    Teknik Backward adalah teknik untuk mendeteksi kesalahan pada komputer setelah komputer dinyalakan (dialiri listrik). Teknik lebih banyak digunakan karena pada umumnya permasalahan dalam komputer baru akan timbul setelah “jam terbang” komputernya sudah banyak dan ini sudah merupakan hal yang wajar. Dapat kita ambil beberapa contoh sebagai berikut :
    • Floppy Disk yang tidak dapat membaca disket dengan baik.
    • Komputer tidak mau menyala saat tombol power pada casing ditekan.
    • dsb.

      Tabel Pendeteksian Masalah

      Setelah penjelasan sederhana dari kedua teknik tersebut, berikut adalah pembahasan lebih dalam mengenai teknik Backward, karena bagi pengguna komputer rumahan tentunya teknik ini lebih banyak akan digunakan ketimbang teknik Forward. Untuk lebih mempermudah dalam pendeteksian masalah, silakan simak tabel berikut :
      No
      Komponen
      Pendeteksian Masalah
      1
      Power Supply
      Analisa Pengukuran
      2
      Motherboard
      3
      Speaker
      4
      RAM
      Analisa Suara
      5
      VGA Card + Monitor
      6
      Keyboard
      Analisa Tampilan
      7
      Card I/O
      8
      Disk Drive
      9
      Disket

      Analisa Pengukuran

      Pada tahapan ini, pendeteksian masalah dengan cara mengukur tegangan listrik pada komponen nomor 1 sampai 3. Gunakan alat bantu seperti multitester untuk mengukur tegangan yang diterima atau diberikan komponen tersebut.
      Contoh : Mengukur tegangan listrik yang diterima oleh Power Supply, lalu mengukur tegangan yang diberikan oleh Power Supply ke komponen lainnya.

      Analisa Suara
      Pada tahapan ini pendeteksian masalah menggunakan kode suara (beep) yang dimiliki oleh BIOS dan dapat kita dengar lewat PC Speaker. Pastikan kabel PC Speaker sudah terpasang dengan baik. Kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 4 dan 5. Untuk mempermudah pengenalan kode suara tersebut, silakan simak keterangan berikut :
      • Bunyi beep pendek satu kali, artinya sistem telah melakukan proses Boot dengan baik.
      • Bunyi beep pendek 2 kali, artinya ada masalah pada konfigurasi atau seting pada CMOS.
      • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 1 kali, artinya ada masalah pada Motherboard atau DRAM.
      • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 2 kali, artinya ada masalah pada monitor atau VGA Card.
      • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 3 kali, artinya ada masalah pada Keyboard.
      • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 9 kali, artinya ada masalah pada ROM BIOS.
      • Bunyi beep panjang terus-menerus, artinya ada masalah di DRAM.
      • Bunyi beep pendek terus-menerus, artinya ada masalah penerimaan tegangan (power).
      • Pada beberapa merk Motherboard akan mengeluarkan bunyi beep beberapa kali apabila temperatur processornya terlalu tinggi (panas).
      Catatan : kode bunyi beep diatas berlaku pada AWARD BIOS, untuk jenis BIOS yang lain kemungkinan memiliki kode bunyi beep yang berbeda.

      Analisa Tampilan

      Pada tahapan ini pendeteksian masalah cenderung lebih mudah karena letak permasalahan dapat diketahui berdasarkan pesan error yang ditampilkan di monitor. Kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 6 sampai 9.
      Contoh : Pada saat komputer dinyalakan tampil pesan Keyboard Error, maka dapat dipastikan letak permasalahan hanya pada Keyboard.

      Cara Cepat Mengenali Troubleshooting

      • Apabila terjadi masalah dan sistem masih memberikan tampilan pesan pada monitor atau disertai dengan bunyi beep 1 atau 2 kali, maka kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 6 sampai 9, yaitu pada Keyboard, Card I/O, Disk Drive dan Disket.
      • Apabila terjadi masalah dan sistem memberikan kode bunyi beep lebih dari 2 kali, maka kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 4 dan 5, yaitu RAM, VGA Card dan Monitor.
      • Sedangkan untuk masalah yang tidak disertai pesan pada monitor atau kode bunyi beep, kemungkinan besar letak permasalahan ada di komponen nomor 1 dan 2, yaitu Power Suplly dan Motherboard.

      Rabu, 15 Desember 2010

      SETTING VMWARE

      VMware adalah suatu program yang digunakan sebagai alat bantu untuk menginstal berbagai operasi sistem didalam windows. Yang artinya nanti dalam 1 pc terdapat pc lagi.

      TAHAP 1

      Berikut ini adalah langkah-langkah setting VMware :
      1. Pastikan VMware telah terinstal di laptop/pc.
      2. Buka VMware, klik File-New-Virtual Machine


      3. Muncul menu New Virtual Machine Wizard. Klik Next
       4. Lalu pilih Typical-klik Next


       5. Pilih Operating system yang ingin diinstall nanti. Contohnya, kita pilih Microsoft Windows untuk istal   windows XP. Lalu Next.




       6.Beri nama virtual machine. Klik Next.




      7.Setelah itu muncul Network connection. Pilih  Use bridged networking. klik Next


      8.Setelah itu muncul menu Specify Disk Capacity. Kita bisa tentukan berapa kebutuhan disk yang diperlukan.
      Contoh dibawah, kita alokasikan sebesar 4 GB. Klik Finish, maka selesai lah settingan VMware.


      TAHAP 2

      Setelah selesai menginstal VMware, langkah selanjutnya yaitu menginstal sistem operasi yang telah dipilih.
      Berikut langkah-langkahnya:

      1.Siapkan dulu cd xp atau file win xp dalam bentuk ISO. klik 2 kali di bagian CD-ROM. Akan muncul kotak menu CD-ROM. Pilih use iso image dan masukkan file win xp tadi yang sudah dalam bentuk iso. Klik ok.

      2.Setelah selesai, kita bisa mulai melakukan penginstalan windows xp. Klik start this virtual machine. Saat muncul kotak dialog lain, klik OK.




      3.Kemudian tunggu dan proses penginstalan akan berjalan seperti kita pertama kali menginstal windows XP. Ikuti langkah-langkahnya seperti biasa, dan siap menginstal. Saat menggunakan VMware, fungsi mouse akan diambil VMware.Untuk mengembalikannya tekan ctrl+alt.





      4. Saat penginstalan selesai, akan muncul tampilan windows xp seperti di bawah ini. Itu artinya proses selesai. Selamat mencoba










          

      Rabu, 08 Desember 2010

      SETTING AD-HOC

      Jaringan Wireless Adhoc adalah suatu cara untuk menshare koneksi internet tanpa harus menggunakan router atau switch. Cara ini bisa digunakan untuk men-share file atau printer antara 2 atau lebih komputer dengan jaringan wireless. Kita bahkan bisa mempunyai lebih dari 2jaringana tau, dimana komputer bisa mengirimkaan data secara langsung satu sama lain. Kelemahan dari jaringan ini adalah jangkauannya yang terbatas. Akan diperlukan perlu router wireless atau akses poin untuk jangkauan jaringan wireless yang lebih luas.

      Berikut ini adalah beberapa langkah setting yang dapat diikuti:

      Alokasi Alamat IP

      Kita bisa mengalokasikan alamat IP untuk setiap komputer yang masuk ke jaringan Ad-hoc wireless. JIka kita menggunakan 3 komputer, Anda bisa dengan mudah meng-assign 192.168.0.1, 192.168.0.2,192.168.0.3 ke masing-masing komputer dengan netmask 255.255.255.0.

      Jika mempunyai Internet Connection Sharing yang di-enable pada host komputer, kita bisa men-setup komputer klien untuk mendapat alamat IP secara otomatis, kemudian komputer-komputer tersebut akan bisa mengakses ke Internet.
      Konfigurasi Komputer Host 

      • • Klik Start -> Control Panel -> Network Connections.
      • • Klik kanan pada wireless network connection, lalu klik Properties
      • Pada Wireless Network Connection Properties, klik tab Wireless Networks.
      • Klik Add pada bagian Preferred networks.
      • Selanjutnya isilah Network Name (SSID) untuk jaringan yang akan Anda buat.
      • Jangan lupa untuk mencentang check box This is a computer-to-computer (ad hoc)network: wireless access point are not used.
      • Anda juga dapat membubuhkan WEP Password agar koneksi anda aman



      Konfigurasi Komputer Klien
      Windows XP otomatis akan mendeteksi jika ada Wireless Network yang aktif
      • Klik kanan pada icon Wireless Network yang berada pada taskbar, lalu klik View Available Wireless Networks.
      • Wireless Network Connection akan menampilkan list SSID wireless anda. Klik SSID wireless Anda lalu klik Connect .


      Jika pada komputer host , Anda bubuhkan WEP Password maka windows XP meminta anda untuk mengisi password sebelum anda terkoneksi ke jaringan Ad Hoc Anda.
      Update:
      Untuk Windows XP yang tidak mempunyai DHCP Server service, user  harus  meng-assign alamat  IP secara manual, baik yang broadcast maupun client  yang terkoneksi .

      Senin, 08 November 2010

      SEJARAH PERKEMBANGAN RAM DARI WAKTU KE WAKTU

      Berikut ini adalah history atau sejarah dari perkembangan dan penemuan RAM dimulai dari awal ditemukannya RAM hingga sampai perkembangan terakhir yang saat ini masih ada kemungkinan terus berlanjut. Mulai dari awal yang hanya bernama RAM lalu mengalami perubahan nama dengan penambahan nama di awal sebelum RAM di setiap perkembangannya :

      1. RAM
      merupakan singkatan dari Random Access Memory ditemukan oleh Robert Dennard dan diproduksi secara besar - besaran oleh Intel pada tahun 1968, jauh sebelum PC ditemukan oleh IBM pada tahun 1981. Dari sini lah perkembangan RAM bermula. Pada awal diciptakannya, RAM membutuhkan tegangan 5.0 volt untuk dapat berjalan pada frekuensi 4,77MHz, dengan waktu akses memori (access time) sekitar 200ns (1ns = 10-9 detik).
      2. DRAM
      Pada tahun 1970, IBM menciptakan sebuah memori yang dinamakan DRAM. DRAM sendiri merupakan singkatan dari Dynamic Random Access Memory.
      Dinamakan Dynamic karena jenis memori ini pada setiap interval waktu tertentu, selalu memperbarui keabsahan informasi atau isinya. DRAM mempunyai frekuensi kerja yang bervariasi, yaitu antara 4,77MHz hingga 40MHz.

      3. FP RAM
      Fast Page Mode DRAM atau disingkat dengan FPM DRAM ditemukan sekitar tahun 1987. Sejak pertama kali diluncurkan, memori jenis ini langsung mendominasi pemasaran memori, dan orang sering kali menyebut memori jenis ini “DRAM” saja, tanpa menyebut nama FPM. Memori jenis ini bekerja layaknya sebuah indeks atau daftar isi. Arti Page itu sendiri merupakan bagian dari memori yang terdapat pada sebuah row address. Ketika sistem membutuhkan isi suatu alamat memori, FPM tinggal mengambil informasi mengenainya berdasarkan indeks yang telah dimiliki. FPM memungkinkan transfer data yang lebih cepat pada baris (row) yang sama dari jenis memori sebelumnya. FPM bekerja pada rentang frekuensi 16MHz hingga 66MHz dengan access time sekitar 50ns. Selain itu FPM mampu mengolah transfer data (bandwidth) sebesar 188,71 Mega Bytes (MB) per detiknya.Memori FPM ini mulai banyak digunakan pada sistem berbasis Intel 286, 386 serta sedikit 486.

      4. EDO RAM
      Pada tahun 1995, diciptakanlah memori jenis Extended Data Output Dynamic Random Access Memory (EDO DRAM) yang merupakan penyempurnaan dari FPM. Memori EDO dapat mempersingkat read cycle-nya sehingga dapat meningkatkan kinerjanya sekitar 20 persen. EDO mempunyai access time yang cukup bervariasi, yaitu sekitar 70ns hingga 50ns dan bekerja pada frekuensi 33MHz hingga 75MHz. Walaupun EDO merupakan penyempurnaan dari FPM, namun keduanya tidak dapat dipasang secara bersamaan, karena adanya perbedaan kemampuan.Memori EDO DRAM banyak digunakan pada sistem berbasis Intel 486 dan kompatibelnya serta Pentium generasi awal.

      5. SDRAM PC66
      Pada peralihan tahun 1996 - 1997, Kingston menciptakan sebuah modul memori dimana dapat bekerja pada kecepatan (frekuensi) bus yang sama / sinkron dengan frekuensi yang bekerja pada prosessor. Itulah sebabnya mengapa Kingston menamakan memori jenis ini sebagai Synchronous Dynamic Random Access Memory (SDRAM). SDRAM ini kemudian lebih dikenal sebagai PC66 karena bekerja pada frekuensi bus 66MHz. Berbeda dengan jenis memori sebelumnya yang membutuhkan tegangan kerja yang lumayan tinggi, SDRAM hanya membutuhkan tegangan sebesar 3,3 volt dan mempunyai access time sebesar 10ns.

      Dengan kemampuannya yang terbaik saat itu dan telah diproduksi secara masal, bukan hanya oleh Kingston saja, maka dengan cepat memori PC66 ini menjadi standar memori saat itu. Sistem berbasis prosessor Soket 7 seperti Intel Pentium klasik (P75 - P266MMX) maupun kompatibelnya dari AMD, WinChip, IDT, dan sebagainya dapat bekerja sangat cepat dengan menggunakan memori PC66 ini. Bahkan Intel Celeron II generasi awal pun masih menggunakan sistem memori SDRAM PC66.

      6. SDRAM PC100
      Selang kurun waktu setahun setelah PC66 diproduksi dan digunakan secara masal, Intel membuat standar baru jenis memori yang merupakan pengembangan dari memori PC66. Standar baru ini diciptakan oleh Intel untuk mengimbangi sistem chipset i440BX dengan sistem Slot 1 yang juga diciptakan Intel. Chipset ini didesain untuk dapat bekerja pada frekuensi bus sebesar 100MHz. Chipset ini sekaligus dikembangkan oleh Intel untuk dipasangkan dengan prosessor terbaru Intel Pentium II yang bekerja pada bus 100MHz. Karena bus sistem bekerja pada frekuensi 100MHz sementara Intel tetap menginginkan untuk menggunakan sistem memori SDRAM, maka dikembangkanlah memori SDRAM yang dapat bekerja pada frekuensi bus 100MHz. Seperti pendahulunya PC66, memori SDRAM ini kemudian dikenal dengan sebutan PC100.

      Dengan menggunakan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC100 mempunyai access time sebesar 8ns, lebih singkat dari PC66. Selain itu memori PC100 mampu mengalirkan data sebesar 800MB per detiknya.

      Hampir sama dengan pendahulunya, memori PC100 telah membawa perubahan dalam sistem komputer. Tidak hanya prosessor berbasis Slot 1 saja yang menggunakan memori PC100, sistem berbasis Soket 7 pun diperbarui untuk dapat menggunakan memori PC100. Maka muncullah apa yang disebut dengan sistem Super Soket 7. Contoh prosessor yang menggunakan soket Super7 adalah AMD K6-2, Intel Pentium II generasi akhir, dan Intel Pentium II generasi awal dan Intel Celeron II generasi awal.

      7. DR DRAM
      Pada tahun 1999, Rambus menciptakan sebuah sistem memori dengan arsitektur baru dan revolusioner, berbeda sama sekali dengan arsitektur memori SDRAM.Oleh Rambus, memori ini dinamakan Direct Rambus Dynamic Random Access Memory. Dengan hanya menggunakan tegangan sebesar 2,5 volt, RDRAM yang bekerja pada sistem bus 800MHz melalui sistem bus yang disebut dengan Direct Rambus Channel, mampu mengalirkan data sebesar 1,6GB per detiknya! (1GB = 1000MHz). Sayangnya kecanggihan DRDRAM tidak dapat dimanfaatkan oleh sistem chipset dan prosessor pada kala itu sehingga memori ini kurang mendapat dukungan dari berbagai pihak. Satu lagi yang membuat memori ini kurang diminati adalah karena harganya yang sangat mahal.

      8. RDRAM PC800
      Masih dalam tahun yang sama, Rambus juga mengembangkan sebuah jenis memori lainnya dengan kemampuan yang sama dengan DRDRAM. Perbedaannya hanya terletak pada tegangan kerja yang dibutuhkan. Jika DRDRAM membutuhkan tegangan sebesar 2,5 volt, maka RDRAM PC800 bekerja pada tegangan 3,3 volt. Nasib memori RDRAM ini hampir sama dengan DRDRAM, kurang diminati, jika tidak dimanfaatkan oleh Intel.

      Intel yang telah berhasil menciptakan sebuah prosessor berkecepatan sangat tinggi membutuhkan sebuah sistem memori yang mampu mengimbanginya dan bekerja sama dengan baik. Memori jenis SDRAM sudah tidak sepadan lagi. Intel membutuhkan yang lebih dari itu. Dengan dipasangkannya Intel Pentium4, nama RDRAM melambung tinggi, dan semakin lama harganya semakin turun.

      9. SDRAM PC133
      Selain dikembangkannya memori RDRAM PC800 pada tahun 1999, memori SDRAM belumlah ditinggalkan begitu saja, bahkan oleh Viking, malah semakin ditingkatkan kemampuannya. Sesuai dengan namanya, memori SDRAM PC133 ini bekerja pada bus berfrekuensi 133MHz dengan access time sebesar 7,5ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,06GB per detiknya. Walaupun PC133 dikembangkan untuk bekerja pada frekuensi bus 133MHz, namun memori ini juga mampu berjalan pada frekuensi bus 100MHz walaupun tidak sebaik kemampuan yang dimiliki oleh PC100 pada frekuensi tersebut.

      10. SDRAM PC150
      Perkembangan memori SDRAM semakin menjadi - jadi setelah Mushkin, pada tahun 2000 berhasil mengembangkan chip memori yang mampu bekerja pada frekuensi bus 150MHz, walaupun sebenarnya belum ada standar resmi mengenai frekunsi bus sistem atau chipset sebesar ini. Masih dengan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC150 mempunyai access time sebesar 7ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,28GB per detiknya.

      Memori ini sengaja diciptakan untuk keperluan overclocker, namun pengguna aplikasi game dan grafis 3 dimensi, desktop publishing, serta komputer server dapat mengambil keuntungan dengan adanya memori PC150.


      11. DDR SDRAM
      Masih di tahun 2000, Crucial berhasil mengembangkan kemampuan memori SDRAM menjadi dua kali lipat. Jika pada SDRAM biasa hanya mampu menjalankan instruksi sekali setiap satu clock cycle frekuensi bus, maka DDR SDRAM mampu menjalankan dua instruksi dalam waktu yang sama. Teknik yang digunakan adalah dengan menggunakan secara penuh satu gelombang frekuensi. Jika pada SDRAM biasa hanya melakukan instruksi pada gelombang positif saja, maka DDR SDRAM menjalankan instruksi baik pada gelombang positif maupun gelombang negatif. Oleh karena dari itu memori ini dinamakan DDR SDRAM yang merupakan kependekan dari Double Data Rate Synchronous Dynamic Random Access Memory.

      Dengan memori DDR SDRAM, sistem bus dengan frekuensi sebesar 100 - 133 MHz akan bekerja secara efektif pada frekuensi 200 - 266 MHz. DDR SDRAM pertama kali digunakan pada kartu grafis AGP berkecepatan ultra. Sedangkan penggunaan pada prosessor, AMD ThunderBird lah yang pertama kali memanfaatkannya.

      12. DDR RAM
      Pada 1999 dua perusahaan besar microprocessor INTEL dan AMD bersaing ketat dalam meningkatkan kecepatan clock pada CPU. Namun menemui hambatan, karena ketika meningkatkan memory bus ke 133 Mhz kebutuhan Memory (RAM) akan lebih besar. Dan untuk menyelesaikan masalah ini maka dibuatlah DDR RAM (double data rate transfer) yang awalnya dipakai pada kartu grafis, karena sekarang anda bisa menggunakan hanya 32 MB untuk mendapatkan kemampuan 64 MB. AMD adalah perusahaan pertama yang menggunakan DDR RAM pada motherboardnya.

      13. DDR2 RAM
      Ketika memori jenis DDR (Double Data Rate) dirasakan mulai melambat dengan semakin cepatnya kinerja prosesor dan prosesor grafik, kehadiran memori DDR2 merupakan kemajuan logis dalam teknologi memori mengacu pada penambahan kecepatan serta antisipasi semakin lebarnya jalur akses segitiga prosesor, memori, dan antarmuka grafik (graphic card) yang hadir dengan kecepatan komputasi yang berlipat ganda.

      Perbedaan pokok antara DDR dan DDR2 adalah pada kecepatan data serta peningkatan latency mencapai dua kali lipat. Perubahan ini memang dimaksudkan untuk menghasilkan kecepatan secara maksimum dalam sebuah lingkungan komputasi yang semakin cepat, baik di sisi prosesor maupun grafik.

      Selain itu, kebutuhan voltase DDR2 juga menurun. Kalau pada DDR kebutuhan voltase tercatat 2,5 Volt, pada DDR2 kebutuhan ini hanya mencapai 1,8 Volt. Artinya, kemajuan teknologi pada DDR2 ini membutuhkan tenaga listrik yang lebih sedikit untuk menulis dan membaca pada memori.

      Teknologi DDR2 sendiri lebih dulu digunakan pada beberapa perangkat antarmuka grafik, dan baru pada akhirnya diperkenalkan penggunaannya pada teknologi RAM. Dan teknologi DDR2 ini tidak kompatibel dengan memori DDR sehingga penggunaannya pun hanya bisa dilakukan pada komputer yang memang mendukung DDR2.

      14. DDR3 RAM
      RAM DDR3 ini memiliki kebutuhan daya yang berkurang sekitar 16% dibandingkan dengan DDR2. Hal tersebut disebabkan karena DDR3 sudah menggunakan teknologi 90 nm sehingga konsumsi daya yang diperlukan hanya 1.5v, lebih sedikit jika dibandingkan dengan DDR2 1.8v dan DDR 2.5v. Secara teori, kecepatan yang dimiliki oleh RAM ini memang cukup memukau. Ia mampu mentransfer data dengan clock efektif sebesar 800-1600 MHz. Pada clock 400-800 MHz, jauh lebih tinggi dibandingkan DDR2 sebesar 400-1066 MHz (200- 533 MHz) dan DDR sebesar 200-600 MHz (100-300 MHz). Prototipe dari DDR3 yang memiliki 240 pin. Ini sebenarnya sudah diperkenalkan sejak lama pada awal tahun 2005. Namun, produknya sendiri benar-benar muncul pada pertengahan tahun 2007 bersamaan dengan motherboard yang menggunakan chipset Intel P35 Bearlake dan pada motherboard tersebut sudah mendukung slot DIMM


      Cara Menghitung Waktu Transfer RAM dan Transfer Rate

      Dalam menghitung waktu transfer data suatu RAM adalah menggunakan satuan Nanosecond ( ns ), atau disebut juga dengan waktu yang dibutuhkan oleh RAM untuk mengirimkan 1 bit data ke processor.
      Sebagai contoh adalah kita akan menghitung waktu transfer dari RAM DDR3 dimana pada contoh ini kita menggunakan RAM DDR 3 PC 12800 artinya memiliki bus sebesar 1600 Mhz.
      Selanjutnya kita akan mengkonversikan dulu satuan Hertz. Dimana 1 Mhz = 1.000.000 Hertz, artinya RAM DDR3 dengan bus sebesar 1600 Mhz = 1.600.000.000 Hertz. Jadi dapat kita simpulkan sebagai 1600 Mhz = 1 / 1.600.000.000 second
      Berikutnya adalah dengan mengkonversikan satuan detik menjadi nanosecond ( ns ). 1 detik sama dengan 1.000.000.000 ns ( nanosecond). Perlu kita ingat lagi bahwa 1 detik sama dengan 1 miliar nanodetik.
      Kemudian kita kalikan bilangan : 1/1.600.000.000 x 1.000.000.000 = 0.625 ns. Jadi RAM DDR3 PC 12800 memiliki waktu tranfer data sebanyak = 0.625 nanosecond
      Selanjutnya adalah kita akan menghitung tranfer rate RAM DDR3. Memory DDR3 memiliki kecepatan transfer 2 kali lipat dari RAM DDR2. Transfer rate merupakan kapasitas data yang dapat dikirimkan sebuah RAM ke processor dalam satuan Megabytes/secon (MB/s).
      Sebagai contoh :
      RAM DDR3
      Sebuah RAM DDR3 PC 12800 yang memiliki memory clock ratenya sebesar 200 Mhz.
      2. Untuk memory DDR3 kita akan menggunakan Rumus berikut = transfer rate (memori clock rate) × 4 (bus clock multiplier) × 2 (untuk data rate) × 64 (jumlah bit yang ditransfer) / 8 (jumlah bit / byte).
      3. Kemudian tinggal kita masukkan angka perhitungnya menjadi = ( 200 x 4 x 2 x 64 ) / 8.
      4. Maka hasilnya akan sama dengan 12.800, artinya sebuah RAM DDR3 dengan memory clock 200 Mhz memberikan transfer rate maksimum 12800 MB/s.
      5. Dengan adanya teknologi Dual Channel saat ini maka transfer rate 12.800 MB/s akan dikalikan dua, dan menghasilkan 25.600 MB/s
      RAM DDR2
      Sebuah RAM DDR2 PC 6400 yang memiliki clock ratenya sebesar 800 Mhz
      Lebar data (width) sebuah RAM adalah 64-bit, atau dikonversikan kedalam satuan byte sama dengan 8 byte. Yaitu 1 byte = 8 bit.
      Transfer Rate = Bus (MHz) x Lebar Data (Byte)
      Transfer Rate = 800 MHz x 8 Byte = 6400 MB/s. artinya sebuah RAM DDR2 dengan memory clock 800 Mhz memberikan transfer rate maksimum 6400 MB/s.
      Dengan adanya teknologi Dual Channel saat ini maka transfer rate 6.400 MB/s akan dikalikan dua, dan menghasilkan 12.800 MB/s
      Melalui contoh diatas dapat kita simpulkan bahwa RAM DDR3 memang memiliki kecepatan transfer data 2x lebih cepat dari RAM DDR2.
      Kelebihan RAM DDR3
      Bandwidth lebih tinggi (sampai dengan 1600 MHz)
      Peningkatan performa pada daya yang lebih kecil.
      Pada laptop, baterai akan lebih tahan lama.
      Operasional memritambahan untuk meningkatkan kinerja, efisiensi dan margin timing
      Memungkinkan beberapa kepadatan tinggi, rendah tegangan modul pilihan untuk server, desktop, notebook dan aplikasi.
      Kekurangan RAM DDR3
      Modul memori DDR3 tidak kompatibel ke belakang untuk motherboard berbasis DDR2
      Harga yg mahal dibandingkan RAM DDR2

      Rabu, 03 November 2010

      ABDUL_30110051_JURNALPRAKTIKUM3

      Perbedaan, Cara Kerja dan Fungsi Printer Generasi Pertama Sampai Saat ini
      Printer dalam bahasa Indonesianya berarti pencetak (alat cetak). Istilah ‘printer’ saat ini sering digunakan untuk menyebut alat cetak yang terhubung dengan komputer. Untuk menghubungkan printer dengan komputer diperlukan sebuah kabel yang terhubung dari printer ke CPU komputer.
      Fungsiprinter:

      Printer adalah salah satu hardware (perangkat keras) yang terhubung ke komputer dan mempunyai fungsi untuk mencetak tulisan, gambar dan tampilan lainnya dari komputer ke media kertas atau sejenis. Istilah yang dikenal pada resolusi printer disebut dpi (dot per inch). Maksudnya adalah banyaknya jumlah titik dalam luas area 1 inci. Semakin tinggi resolusinya maka akan semakin bagus cetakan yang dihasilkan. Sebaliknya, jika resolusinya rendah maka hasil cetakan akan buruk / tidak bagus.
      Jenis Printer Printer

      1. Dot-Matrix Printer

      Dot-Matrix adalah pencetak yang resolusi cetaknya masih sangat rendah. Selain itu ketika sedang mencetak, printer jenis ini suaranya cenderung keras serta kualitas untuk mencetak gambar kurang baik karena gambar yang tercetak akan terlihat seperti titik-titik yang saling berhubungan. Umumnya, printer jenis dot-matrix juga hanya mempunyai satu warna, yaitu warna hitam. Tetapi saat ini printer ini masih banyak digunakan karena memang terkenal ‘bandel’ (awet). Kelebihan lainnya, pita printer dot-matrix jauh lebih murah dibandingkan dengan toner (tinta) untuk printer jenis inkjet dan laserjet. menurut sejarahnya jenis printer dot metrix ini pada awalnya menggunakan 9 Pin yang artinya dalam satu huruf akan dicetak dengan kombinasi dari 9 titik, kemudian semakin berkembang menjadi 24 pin dan tentunya dengan begitu hasil cetakan akan lebih halus. produsen printer jenis dot metrix yang cukup terkenal adalah Epson, dengan produknya Epson LX – 300, espson LX 800 dan lain-lain.


      2. InkJet Printer

      Inkjet printer adalah alat cetak yang sudah menggunakan tinta untuk mencetak dan kualitas untuk mencetak gambar berwarna cukup bagus. Kecepatan mencetak jumlah halaman pada printer Inkjet tidak sama, tergantung pada jenis merk printer tersebut. Tetapi pada inkjet printer, hasil cetakan lebih lama keringnya jika dibandingkan dengan laser printer.
      Pada printer jenis Ink jet menggunakan teknologi dor on demand, yaitu dengan cara menyemprotkan titik titik kecil tinta pada kertas melalui nozzle atau lubang pipa yang sangat kecil. Teknologi lainnya yang dikembangkan oleh produsen printer seperti Canon dan HP dengan menggunakan panas. Panas tersebut dapat membuat gelembung-gelembung tinta sehingga jika semakin panas akan semakin menekan tinta ke nozzle yang ditentukan dan tercetak pada kertas. Karena menggunakan tinta cairan hasil cetaknya menunggu beberapa detik agar bisa kering. Jenis printer ink jet ini penempatan dan pengisian tintanya bisa dimodifikasi dengan teknik infus, yaitu dengan menambahkan tabung tinta khusus pada bagian luar printer dan disambung dengan selang kecil untuk dihubungkan pada bagian pencetak di mesin printer.


      3. Laser Printer
      Laser Printer Sebagian dari laser printer bentuknya mirip dengan mesin fotokopi. Daya cetaknya juga cukup banyak bisa mencapai lebih dari 10 lembar per menit. Kualitas hasil cetak laser printer pun sangat bagus, sehingga mirip sekali dengan aslinya. Selain itu hasil cetakan cepat kering. Tetapi harga printer ini cukup mahal. Jenis printer laser jet merupakan jenis printer yang metode pencetakannya tinta bubuk atau yang biasa disebut toner dengan menggunakan perangkat infra merah. selain hasil cetak yang lebih bagus jika dibandingkan dengan jenis printer dot metrix maupun ink jet, printer laser jet juga memiliki kecepatan pencetakan yang tinggi dan hasil cetaknya pun juga lebih cepat kering seperti pada hasil cetakan pada mesin photo copy.

      Pengguna printer laser sejak pertama kali diperkenalkan terus berkembang, begitupun dengan teknologinya. Ramainya pasar ini membuat salah satu pemain perangkat printer laser, Minolta, mulai berpikir untuk ikut memproduksi printer laser. Tahun 1993, hadirlah produk Minolata ColorScript Laser 1000, yang bisa memproduksi dokumen berwarna dan dipasarkan dengan harga US$12,499.

      Barulah dipertengahan tahun 1995, Apple Computer mulai mengikuti jejak Minolta dalam memproduksi printer laser berwarna dengan menghadirkan Apple Laser Writer 12/600PS yang mampu mencetak dengan resolusi maksimum 600×600 dpi dan berbekal memori internal sebesar 2MB. Harga printer Apple ini juga dijual dengan harga yang lebih murah (US$7,000) dibandingkan dengan printer buatan Minolta.

      Teknologi yang dibenamkan dibalik printer (inkjet dan laser) selalu menarik untuk diikuti. Jika printer inkjet yang banyak dipakai dirumah dan dikantor kecil dibangun dari teknologi cairan, berbeda dengan printer laser yang menggunakan media tinta berupa bubuk, atau yang biasa dikenal dengan toner. Tidak peduli apakah sebuah printer laser memiliki fasilitas warna atau tidak, pada prinsipnya kedua perangkat ini memiliki cara kerja yang sama, yaitu dengan memanfaatkan listrik statis.

      Inilah alasan utama mengapa printer laser harus menggunakan toner sebagai media tintanya. Minimal ada 6 komponen kunci yang dibutuhkan sebuah printer laser agar bisa bekerja, yaitu drum peka cahaya, fuser, lampu penetral, corona, unit laser, dan toner.Saat informasi dikirimkan dari PC (komputer), printer mengubahnya menjadi data khusus yang siap ditulis oleh unit laser ke permukaan drum peka cahaya. Muatan di permukaan drum yang tercahayai laser akan berubah dari elektron positif ke elektron negatif.
      Selanjutnya, drum akan berputar melewati bak toner dan menarik toner (muatan positif) sesuai pola yang ditulis oleh laser tadi. Saat melewati kertas dengan muatan negatif yang lebih kuat, toner yang semula berada di drum peka cahaya akan berpindah lagi ke permukaan kertas. Sisa muatan negatif pada drum peka elektron akan langsung dinetralkan oleh lampu penetral (corona) dan siap untuk ditulisi data berikutnya. Demikian seterusnya, sampai semua data tercetak dikertas.

      Bubuk toner yang menempel di permukaan kertas dilelehkan oleh fuser dengan suhu tinggi agar menyatu dengan serat kertas. Sehingga tidak mengherankan jika semua dokumen yang baru saja tercetak dari printer laser akan terasa panas jika disentuh. Konsep kerja serupa juga berlaku di printer laser warna.

      CARA KERJA PRINTER
      Di masa sekarang ini, banyak sekali printer yang ditawarakan, mulai dari printer inkjet, laser, portable, sampai printer all-in-one. Seluruh printer tersebut memiliki beragam perbedaan, mulai dari bentuk, harga, sampai kemampuan mencetaknya.Belum lagi untuk satu jenis printer saja tipe yang ditawarkan sudah sangat banyak.
      Biasanya setiap tipe berbeda dari segi resolusi maupun tinta yang digunakan. Beberapa printer inkjet contohnya banyak yang menggunakan tabung tinta lebih dari dua. Bahkan ada yang mencapai lima sampai enam tabung. Sama halnya dengan resolusi. Ada printer inkjet yang menawarkan kemampuan maksimal hanya sampai 1200×1200 dpi ada juga yang mampu mencetak gambar dengan resolusi sampai 5760×1440 dpi.

      Bukan hal mudah bagi kita untuk membeli dan memilih sebuah printer. Kita harus melihat kembali pada kebutuhan. Apa yang kita inginkan. Resolusi biasanya menjadi variabel utama seseorang dalam membeli printer. Resolusi erat kaitannya dengan hasil cetakan. Semakin tinggi nilai resolusi, maka semakin baik pula kualitas cetakan. Akan lebih banyak detail yang dapat ditampilkan pada cetakan bila resolusi lebih tinggi. Resolusi biasanya diwakilkan dengan satuan dpi (dot per inch), yaitu nilai titik warna dalam satu inci. Bagi yang hanya ingin mencetak teks biasa, rasanya tidak akan memerlukan resolusi yang tinggi, melainkan kecepatan yang lebih diutamakan. Namun, bagi profesional justru sebaliknya. Semakin tinggi resolusi sebuah printer, maka harganya akan semakin mahal. Setelah resolusi yang tidak kalah dipertimbangkan adalah kecepatan mencetak. Khususnya untuk printer laser. Semakin cepat cetakan yang dihasilkan dengan warna yang tetap bagus, maka semakin baik printer tersebut. Kecepatan umumnya diwakilkan dengan satuan ppm (page per minute). Biasanya nilai kecepatan yang tertera pada boks printer adalah pencetakan yang menggunakan pengaturan terendah, yaitu dengan tinta draft atau economic. Oleh sebab itu, untuk mencetak normal kecepatan bisa hanya mencapai setengah dari nilai yang tertera pada boks.
      PERBEDAAAN MONITOR CRT, LCD, DAN LED
      1. MONITOR CRT (Cathode Ray Tube)
      Penampil Cathode Ray Tube (CRT), adalah tipe yang paling umum digunakan sebagai penampil pada komputer. Bentuknya sama dengan televisi, namun kemampuan penampilan gambar ataupun teks lebih tinggi resolusinya. Untuk menampilkan warna pada layar terbagi dalam tiga warna dasar pixel yang berbentuk titik atau plat strip yang terbuat dari pospor yaitu: warna dasar merah, hijau dan biru. Ukuran atau pitch dari setiap titik atau palat strip tergantung dari ketajaman penampilan yang diinginkan. Monitor dengan kualitas baik (high-quality) memiliki pitch 0,26 atau lebih rendah lagi.

      Cara kerja dari monitor CRT itu sendiri:
      Listrik dari PLN yang 220v diubah oleh bagian power supply menjadi tegangan sesuai dengan kebutuhan dari rangkaian, antara lain :
      1. horisontal
      2. vertikal
      3. blok video
      4. blok ic program dan controller
      5. dll

      Dan bagian power supply ini sangat penting karena kalau sampai ada kerusakan di bagian ini maka monitor tidak akan bekerja dengan normal, bahkan akan mati.

      Input monitor ini adalah dari VGA ataupun yg lainnya. Sinyal gambar dari VGA ini kemudian diterima oleh rangkaian BLOK VIDEO dan rangkaian SYNCRONISASI HORISONTAL dan VERTIKAL.

      Sinyal yang masuk ke blok video adalah sinyal warna merah, hijau dan biru atau Red green dan Blue, makanya rangkaian VIDEO sering disebut juga blok RGB. jadi blok video ini hanya mengolah warna saja. hasil dari blok ini adalah menuju ke katoda tabung yg juga terbagi menjadi 3 warna yaitu R, G dan B. katoda ini fungsinya untuk menghasilkan elektron, jadi masing-masing katoda menghasilkan elektron.

      Sinyal syncronisasi vertikal dan horisontal di proses oleh rangkain syncronisasi untuk kemudian diteruskan ke rangkaian HORISONTAL dan rangkaian VERTIKAL. fungsi rangkaian sincronisasi ini adalah untuk mengolah dan menghasilkan gambar, sehingga jika sinyal ini hilang salah satu maka layar monitor akan kelihatan seperti diacak.



      jadi ada dua bagian pertama yg bekerja agar monitor nyala dan bekerja normal yaitu :
      1. blok video dan
      2. blok syncronisasi vertikal dan horisontal

      Kemudian dari syncronisasi vertikal diteruskan ke rangkaian vertikal, di sini sinyal vertikal diolah dengan komponen utama IC VERTIKAL yang berfungsi menggerakkan yoke vertikal.

      Kemudian dari syncronisasi horisontal diteruskan ke rangkaian horisontal dan disini sinyal horisontal di olah dengan komponen utama transistor horisontal yang berfungsi menggerakkan flyback dan yoke tabung.

      Flyback digunakan untuk menghasilkan tegangan sangat tinggi yaitu sekitar 26 KV, agar elektron dari katoda tabung dapat menembak ke anoda tabung sehingga muncul gambar. jadi kalau flyback tidak bekerja maka elektron tidak akan menembak dan monitor akan mati.

      Yoke digunakan untuk mengarahkan elektron yg dihasilkan oleh katoda tabung agar terarah baik, yoke horisontal untuk mengarahkan elektron ke arah horisontal dan yoke vertikal untuk mengarahkan elektron ke arah vertikal, dan jika dua-duanya digabung maka elektron akan menembak ke anoda tabung secara merata dan sempurna.

      Kemudian yg terakhir adalah rangkaian controller / driver dimana rangkaian ini berfungsi untuk mengatur settingan monitor, lebar sempitnya dan tinggi rendahnya serta terang gelapnya.

      2. MONITOR LCD(Liquid Crystal Display)
      Monitor LCD tidak lagi menggunakan tabung elektron tetapi menggunakan sejenis kristal liquid yang dapat berpendar. Teknologi ini menghasilkan monitor yang dikenal dengan nama Flat Panel Display dengan layar berbentuk pipih, dan kemampuan resolusi yang lebih tinggi dibandingkan dengan CRT. Karena bentuknya yang pipih, maka monitor jenis flat tersebut menggunakan energi yang kecil dan banyak digunakan pada komputer-komputer portabel.

      Kelebihan yang lain dari monitor LCD adalah adanya brightness ratio yang telah menyentuh angka 350 : 1. Brigtness ratio merupakan perbandingan antara tampilan yang paling gelap dengan tampilan yang paling terang.
      Liquid Crystal Display menggunakan kristal liquid yang dapat berpendar. Kristal cair merupakan molekul organik kental yang mengalir seperti cairan, tetapi memiliki struktur spasial seperti kristal. (ditemukan pakar Botani Austria – Rjeinitzer) tahun 1888. Dengan menyorotkan sinar melalui kristal cair, intensitas sinar yang keluar dapat dikendalikan secara elektrik sehingga dapat membentuk panel-panel datar.


      Lapisan-lapisan dalam sebuah LCD:
      - Polaroid belakang
      - Elektroda belakang
      - Plat kaca belakang
      - Kristal Cair
      - Plat kaca depan
      - Elektroda depan
      - Polaroid depan
      Elektroda dalam lapisan tersebut berfungsi untuk menciptakan medan listrik pada kristal cair, sedangkan polaroid digunakan untuk menciptakan suatu polarisasi.
      Dari sisi harga, monitor LCD memang jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan monitor CRT. Dan beberapa kelemahan yang masih dimilikinya seperti kurang mampu digunakan untuk bekerja dalam berbagai resolusi, seperti misalnya monitor dengan resolusi 1024 X 768 akan terkesan agak buram jika dipekerjakan pada resolusi 640 X 420. Tatapi akhir-akhir ini kelemahan tersbut sudah mulai di atasi dengan teknik anti aliasing.

      Berikut ini adalah cara kerja dari monitor LCD:
      LCD terdiri dari dua bagian utama yaitu backlight dan kristal cair. Backlight sendiri adalah sumber cahaya yang biasanya terdiri dari 1 sampai 4 buah lampu. Lampu Backlight ini biasanya berwarna putih. Cara kerjanya sebagai berikut : kristal cair akan menyaring cahaya backlight. Cahaya putih merupakan susunan dari beberapa ratus spektrum cahaya dengan warna yang berbeda. Beberapa ratus spektrum cahaya tersebut akan terlihat jika cahaya putih mengalami refleksi atau perubahan arah sinar. Warna yang akan dihasilkan tergantung pada sudut refleksi. Dengan memberikan tegangan listrik dengan nilai tertentu maka kristal cair ini dapat berubah sudutnya. Karena tugas kristal cair adalah untuk merefleksikan cahaya dari backlight maka cahaya backlight yang sebelumnya putih bisa berubah menjadi banyak warna sesuai dengan sudut yang terbentuk kristal cair tadi. Kristal cair bekerja seperti tirai pada jendela. Jika ingin menampilkan warna putih kristal cair akan membuka selebar-lebarnya sehingga cahaya backlight yang berwarna putih akan tampil seluruhnya di layar. Namun Jika ingin menampilkan warna hitam. Kristal Cair akan menutup serapat-rapatnya sehingga tidak ada cahaya backlight yang yang menembus sehingga otomatis layar akan kelihatan berwarna hitam. Jika ingin menampilkan warna lainnya tinggal atur sudut refleksi kristal cair.
      Untuk mengatur level gelap/terang (brightness) caranya dalah sebagai berikut : pada waktu kristal cair menutup serapat-rapatnya untuk menghasilkan warna hitam seharusnya tidak ada cahaya backlight yang menembusnya. Namun kenyataannya masih ada cahaya backlight yang bisa menembus kristal cair sehingga tidak bisa menampilkan warna hitam dengan baik. Inilah salah satu kekurangan LCD. Jadi semakin besar Contrast Ratio maka semakin bagus pula LCD dalam menampilkan warna. cara paling mudah untuk
      mengetahui seberapa bagus Contrast Ratio LCD adalah dengan menampilkan warna hitam di layar. Jika warna hitam tersebut cenderung abu-abu maka masih ada sedikit cahaya backlight yang berhasil menembus kristal cair.

      LCD bekerja dengan cara membuka dan menutup layaknya tirai. Proses buka tutup ini berlangsung sangat cepat. Karena itulah ada istilah Response Time di LCD. Response Time adalah waktu yang diperlukan untuk berubah dari posisi kristal cair tertutup rapat (waktu menampilkan warna hitam) ke posisi kristal cair terbuka lebar (waktu menampilkan warna putih). Jadi semakin cepat response time maka semakin baik. Response Time yang lambat akan menimbulkan cacat gambar yang disebut ghosting atau jejak gambar. Biasanya pada objek yang bergerak cepat misal sedang memutar film akan menimbulkan jejak gambar seperti beberapa bujur sangkar yang terlihat seperti persegi.
      Sudut Pandang (Viewing Angle) Monitor LCD memiliki sudut pandang yang terbatas jika dibandingkan dengan monitor CRT. Gambar objek pada monitor CRT bisa dilihat dengan jelas dari sudut 180 derajat sekalipun. Namun tidak dengan monitor LCD. Jika pandangan kita sedikit bergeser dari LCD maka gambar objek akan terlihat lebih gelap atau lebih terang. Inilah yang menjadi salah satu kekurangan / kerugian monitor LCD.

      3. MONITOR LED(Light Emitting Diode)
      Yang mebedakan Light Emitting Diode (LED) dari teknologi sebelumnya adalah sebuah monitor LCD membutuhkan pencahayaan tambahan untuk membuat gambar di permukaannya menjadi terlihat. Lapisan liquid crystal display memang menghasilkan tampilan di layar, tapi intensitas cahayanya terlalu kecil sehingga tidak bisa dilihat dengan jelas. Di sinilah lampu backlight berperan. Bayangkan papan billboard iklan pada malam hari, nah, backlight LCD berfungsi mirip dengan lampu-lampu pada pinggiran billboard yang menerangi sehingga billboard tersebut dapat tampil terang benderang.

      Jenis lampu yang umum dipakai sebagai backlight monitor LCD selama ini adalah lampu Cold Cathode Fluorescent Light (CCFL). Cara kerja jenis lampu ini mirip dengan lampu neon yang biasa di temukan di rumah-rumah, yaitu gas di dalam tabung lampu dinyalakan dengan arus listrik. Kelemahannya, karena menggunakan hanya satu jenis spektrum cahaya (putih), ia mendistorsi tampilan warna pada monitor sehingga menjadi kurang kontras dan tidak seperti aslinya. Soal ini tentu sudah sering Anda dengar dari teman Anda yang berprofesi sebagai disainer grafis. Banyak yang bertahan dengan monitor CRT karena reproduksi warna pada monitor LCD seringkali tidak akurat

      Lampu dari jenis Light-Emitting Diode (LED) menjanjikan rasio kontras yang lebih baik dn reproduksi warna yang lebih baik pula, selain juga konsumsi listrik yang lebih kecil karena LED tidak membutuhkan daya sebesar CCFL untuk beroperasi. Sebenarnya, backlight LED dibagi-bagi lagi menjadi beberapa jenis. Dari segi penempatan, ada direct-mount LED array yang menempatkan lampu LED di belakang layar, dan edge-lit LED di mana lampu LED ditempatkan di sekeliling bingkai monitor, sama dengan teknik penempatan lampu CCFL konvensional. Dari segi tipe lampu, ada LED full spectrum dengan lampu berwarna putih, serta ada pula tri-color LED dengan lampu LED berwarna merah, hijau, dan biru.


      Berikut ini adalah cara kerja dari monitor LED:

      LED menggunakan cahaya pancaran diode (light emitting diode) sebagai sumber cahaya televisi. LED menggunakan diode untuk membuat banyak vibrant dan image yang berwarna-warni. Warna hitam akan menajadi benar-benar hitam, bukan hitam abu-abu, dan warna LEDTelevisi LED memiliki kontras rasio 500,000:1, juga refresh rate yang tinggi untuk membantu menonton acara yang penuh dengan gerakan seperti olahraga dan film.



      Dan berikut ini adalah beberapa fakta perbandingan mengenai CRT,LCD, dan LED:
      • CRT
       Gambar yang dihasilkan lebih tajam
       Harga Lebih murah ketimbang Monitor LCD
       Tidak ada dead Pixel
       Sudut View (Penglihatan lebih baik)
       Umumnya pilihan resolution layar lebih banyak
       Kalau rusak lebih mudah di perbaiki
      • LCD
       Kualitas gambar bagus, tapi image bisa tampak ‘terbakar’ di display
       Mercury digunakan dalam proses manufaktur
       Harga lebih murah dibandingkan LED

      • LED
       Kualitas warna gambar seni
       Menghemat energy 40 persen dibandingkan televisi LCD dengan ukuran yang sama
       Bebas merkuri dan desain yang tipis
       Harga TV LED lebih mahal
       Tebal LED sekitar sepertiga tebal LCD dengan ukuran yang sama
       Sedangkan bobotnya biasanya separuh dari LCD